Blog Informasi Gaya Hidup Sehat

Rumah Mewah di Kedoya Dipreteli Komplotan Pencuri, Saksi Mata Mengira Sedang Direnovasi

Rumah Mewah di Kedoya Dipreteli Komplotan Pencuri, Saksi Mata Mengira Sedang Direnovasi

Perabotan di Rumah mewah di Kedoya kawasan Kebon Jeruk, Jakara Barat yang berhiaskan lampu kristal kini ludes dipreteli. Kasus ini menjadi viral di media sosial. Dalam video yang beredar terlihat bagaimana berantakannya kondisi di dalam rumah mewah tersebut setelah seluruh perabotan yang ada di rumah tersebut habis dipreteli.

Sebut saja mulai dari keramik, genteng, plafon hingga pintu dan kusen dipreteli. Kondisi ini berbeda drastis dengan keadaan sebelumnya yang juga diunggah di beberapa akun media sosial. Sebelum dipreteli oleh pelaku yang masih diburu polisi, rumah mewah tersebut begitu rapih dan indah dengan berbagai macam perabotan yang ada di sana.

Salah satu yang terlihat dalam foto viral itu yakni adanya lampu kristal di dalam rumah bertingkat itu. Rumah mewah tersebut berada di Jalan Kedoya Alkamal Blok A15 / 27 RT 04/04 Kelurahan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk milik Rudi Hartodjo (53). Rumah itu merupakan peninggalan orangtuanya dan dalam keadaan kosong.

Keberadaan aktivitas pembongkaran rumah mewah tersebut bahkan diketahui oleh petugas keamanan komplek. Iwan, salah seorang warga menyatakan pembongkaran rumah mewah tetsebut telah berjalan dua minggu. Namun, dia sama sekali tak curiga.

Dia mengira kegiatan tersebut karena rumah itu sedang dalam renovasi. Adanya pembongkaran rumah yang ternyata dilakukan para pencuri itu baru diketahui pada Sabtu (20/3/2021). Kala itu adik korban yang melihat adanya aktivitas bongkar bongkar di rumah korban mendatangi dan bertanya kepara para pekerja hingga akhirnya melapor ke petugas keamanan komplek dan polisi.

"Sekitar dua minggu an (pembongkaran rumah)," kata Iwan, sekuriti dari rumah yang bersebelahan dengan rumah korban, ketika ditemui, Senin (22/3/2021). Iwan tak menyangka bahwa pembongkaran tersebut merupakan kedok dari pencurian rumah. Ia mengira pemilik rumah sedang melakukan renovasi.

"Kayak orang kerja proyek gitu biasa, nggak mencurigakan gitu," sambung Iwan. Sementara seorang warga lain yang tak ingin disebutkan identitasnya mengaku kerap melihat seorang penjaga datang ke rumah kosong tersebut. Namun, sebulan terakhir, penjaga sudah tidak pernah datang.

"Biasanya datang, masuk ke dalam nyapu nyapu, nabun (membakar sampah)," kata warga tersebut. Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo menjelaskan bahwa saat ini sudah ada tiga kuli yang membogkar rumah mewah tersebut yang diamankan. Pihaknya memeriksa para kuli untuk mengetahui siapa yang menyuruh mereka membongkar rumah tersebut.

"Modusnya mendapat order bongkaran rumah kosong. Jadu kusen, ubin, keramik dibongkar. Tiga kuli sudah diamankan dan dua orang terduga yang menyuruh sedang dalam pencarian," kata Ady saat dikonfirmasi, Senin (22/3/2021). Sementara itu, orang yang mempekerjakan para kuli untuk membongkar rumah mewah itu juga telah diperiksa. Kapolsek Kebon Jeruk, Kompol Manurung menerangkan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (20/3/2021).

Adapun rumah mewah tersebut berada di kawasan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk. "Korban adalah pemilik rumah ditempat kejadian, yang merupakan peninggalan orang tuanya, dan saat ini dalam keadaan kosong tanpa penghuni," kata Manurung kepada wartawan. Manurung menerangkan, kasus ini terungkap saat kerabat korban melihat adanya aktivitas bongkar material di rumah mewah tersebut.

Dia kemudian bertanya kepada para pekerja yang sedang membongkar material di rumah itu. Para kuli bangunan tersebut mengaku hanya disuruh oleh bosnya untuk membongkar material rumah tersebut. Tiga kuli yang ada disana mengaku mendapat upah Rp 125.000 perhari atas tenaganya membongkar material rumah.

"Atas kejadian tersebut, saksi menghubungi security komplek, dan pihak Kepolisian," kata Manurung. Dari ketiga kuli yang diamankan, polisi kemudian memeriksa bos mereka berinisial S alias Nondol. Mengaku dirinya mengerahkan anak buahnya untuk membongkar perabotan di rumah tersebut karena ditawari oleh saudara H dan dia telah menyepakati pembelian material itu seharga Rp 15 juta

Adapun H dan satu orang lain berinisial A juga tengah diburu polisi. "S mengaku dirinya telah menerima penawaran penjualan atas kayu yang masih terpasang di rumah tersebut dari H dengan kesepakatan harga Rp 15 juta dan telah dibayar Rp 6 juta," kata Manurung. "Tapi dengan kesepakatan S untuk mengambil sendiri kayu yang ada ada di rumah korban," lanjutnya.

Rumah berpagar putih dan sangat luas ini tertempel spanduk 'Dijual hubungi Sherina 085885841169'. Rumah mewah tak berpenghuni ini berlokasi di Jalan Taman Kedoya Baru, Nomor A15/27 RT 03 RW 04, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Rumah ini viral di media sosial dengan dugaan menjadi tempat tinggal yang disewa.

Namun, rumah tersebut tiada barang apapun di dalamnya. Bahkan keramik atau lantainya saja tidak ada. Di dalam rumah tersebut, terdapat sejumlah pohon besar.

Kotak surat rumahnya tampak berkarat. Di dalam kotak surat tersebut terdapat surat tagihan kartu kredit. Ditujukan untuk pria berinisial HD dan tercatat pada tanggal 10 Januari 2021, surat itu dikirimkan.

Berdasarkan keterangan sekuriti setempat, berinisial I (38), mengatakan pernah ada orang masuk ke dalam rumah tersebut pada sekira 14 hari lalu. "Saya melihat orangnya kerja, seperti orang proyek kayak mau renovasi rumah," kata I, saat ditemui di lokasi, sore ini. "Tahu tahunya mereka ada enam orang, itu seisi rumah dibongkar semua. Saya kira mau bongkar jendela atau ganti apa, tak tahunya dipretelin," lanjut I.

Pun menduga enam orang tersebut merupakan perampok.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *